Pages

Powered By Blogger

Utsmandzunnurain@blogspot.com

Menggores Kehidupan dengan Pena Keimanan.

Utsman Bin Affan sang Dzunnurain

Rasul berkata, “Bagaimana aku tidak merasa malu dengan orang yang malaikat saja malu kepadanya.” (HR. Muslim)

Motivation

Sebuah Semangat Ukhuwah, Membuahkan Prestasi yang Gemilang.

Adventure

My Adventure and with amazing friend's.

Ikhwan Printing

Mencetak Kehidupan yang Lebih Baik.

Selasa, 20 November 2012


Cristiano Ronaldo Sumbangkan Sepatu Emasnya untuk Palestina Senilai Rp 16,77 Miliar

Dikutip pada artikel islampos.com—SIAPA yang tidak kenal dengan Cristiano Ronaldo? Bintang sepakbola asal Portugal yang dijuluki media barat memiliki sifat sombong, ternyata mempunyai hati mulia.

Mantan pemain bintang Manchester United yang kini merumput bersama klub raksasa Spanyol, Real Madrid, dengan penuh keikhlasan memberikan sepatu emas yang diraihnya pada musim 2011 kepada kepada lembaga amal klubnya. Hal itu dilakukan untuk membantu anak-anak Palestina.

Ketika masih memperkuat tim Manchester United, dalam sebuah acara Ronaldo mengenakan kafiyeh alias syal Palestina. Tindakannya itu sontak mendapat kecaman hebat dari lobi-lobi Zionis dan media barat.

Beberapa media barat milik Yahudi seakan memusuhinya dan mencitrakan segala keburukannya.
Kemudian pada akhir tahun 2011 Qadsna mengabarkan bahwa lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga Rp 16,77 miliar. Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.

Sebagian media Inggris menyebut aksi Ronaldo itu sebagai bentuk kemanusiaan. Ia menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza. Menurut laporan, Ronaldo dikabarkan pernah langsung berkunjung ke Palestina pada tahun 2005 dan 2007.

Di sana dia disambut suka cita oleh warga Palestina dan mendapat pengawalan ketat. Tapi lagi-lagi Ronaldo dikecam media yang pemiliknya mendukung kebijakan pemerintah Zionis. (islampos.com)

Semoga memberikan hikmah dan manfaat untuk kita khususnya umat islam untuk dapat sepenuhnya memberikan dukungan usaha dan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang di palestine.

Karena setiap muslim itu bersaudara, dan persaudaraan muslim itu bagaikan satu tubuh, apabila satu tubuh itu terasa sakit maka tubuh yang lain akan ikut merasakan sakit. Maka kesakitan dan penderitaan saudara-saudara kita dipalestina merupakan kesakitan dan penderitaan umat muslim didunia. Wallahua'lam bishowab..    
                                                                                                                                      (uts/islampos.com)                                                                                                                     

Jumat, 02 November 2012

Kemulian Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu
Oleh : Ihsanul Muttaqien

Maryam binti Imran merupakan salah seorang wanita terbaik yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Dia adalah keturunan keluarga Imran, salah satu keluarga terbaik yang pernah ada dalam sejarah kehidupan manusia. Penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Allah adalah ketika nama Maryam diabadikan dalam salah satu surat Alquran. Kisahnya pun banyak kita temui dalam ayat-ayat Alquran. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menyebutkan Maryam dalam golongan Muslimah terbaik yang masuk surga.

Maryam sejak kecil memiliki kedekatan kepada Allah SWT. Membiasakan dirinya dengan banyak beribadah. Munajat dan doa tidak pernah ia lupakan. Ketakwaannya juga begitu sempurna. Dia pun biasa puasa sehari dan berbuka dua hari. Tak heran mukjizat diberikan berupa makanan yang berasal langsung dari sisi Allah.

Hal tersebut dikisahkan dalam Alquran: ''Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, 'Wahai Maryam, dari mana kau memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab'.'' (QS. Ali 'Imran: 37).

Kelebihan lain Maryam adalah sifat-sifat keibuannya yang dapat diteladani. Ketika dia mengetahui hamil tanpa seorang laki-laki, ia mengasingkan diri. Hal ini dilakukannya demi keselamatan bayinya. Ia pun seorang beriman yang malu, karena hamil padahal dia belum menikah. Dia masih memiliki perasaan yang peka. Katanya, ''Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.'' (QS. Maryam: 23).

Seorang wanita hamil sendirian dinilai tidak akan mampu menggoyangkan pohon kurma hingga menjatuhkan buahnya. Akan tetapi, Maryam melakukannya sebagai tugas seorang ibu. Allah pun berkenan pada usahanya sehingga dia dan calon bayinya dapat menikmati buah kurma tersebut. Sebagaimana kita ketahui bersama, dari rahimnya lahirlah Nabi Isa yang mulia.

Ali bin Husein, cicit Nabi Muhammad SAW, pernah menuturkan, ''Hak ibumu adalah bahwa kamu mengetahui dia mengandungmu saat tidak ada orang yang mau mengandung. Siapa pun, dia memberikan kepadamu sesuatu yang tidak akan diberikan orang lain, yaitu buah dari hatinya. Dan dia melindungimu dengan segala dayanya. Dia tidak peduli dirinya kelaparan selama kamu bisa makan. Tidak peduli dirinya kehausan selama kamu bisa minum. Tidak peduli dirinya telanjang selama kamu masih berpakaian, tidak peduli dirinya terbakar terik matahari selama kamu bisa berlindung. Dia berjaga tanpa tidur demi dirimu, dia melindungi dari panas dan dingin agar kamu menjadi miliknya.''

Masih bersediakah ibu-ibu zaman sekarang menjaga kemuliaannya sehingga kelak terlahir generasi-generasi mulia, seperti lahirnya Nabi Isa AS dari rahim Maryam?